Antara Rasa dan Nyawa

Beberapa minggu lalu, tiba-tiba saja ada burung emprit tergeletak tengkurap di halaman samping. Aku pikir dia mengalami patah sayap (entahlah) tapi yg jelas tidak tiba terbang lagi. Ku putuskan untuk merawatnya sementara. Ternyata dipatuk emprit lumayan sakit lho soalnya tidak mau lepas :))

Setelah 1 hari, ternyata masih tidak bisa terbang mungkin memang benar emprit tersebut mengalami patah sayap dan juga pada kaki (tapi mungkin juga lumpuh syaraf). Pastinya aku sudah tidak punya pilihan kecuali mengeksekusi hidupnya tapi aku tidak mampu. Rasanya sangat salah karena burung sebagaimana mamalia lain memiliki sistem otak dan syaraf yg kompleks dan pastinya berasa sakit benar kalau bisa bicara. Akhirnya aku pilih membiarkannya di halaman depan supaya dimangsa kucing. Ternyata aku salah besar, keesokan hari dia sekarat karena kedinginan dan tewas 1 jam kemudian T_T sungguh2 bersalah.

Jadi kepikiran bagaimana rasa bersalah tersebut mengecil jika kita mengeksekusi hewan yg lebih rendah (saraf yg lebih sederhana) apalagi tanaman. Di beberapa negara kekejaman terhadap binatang adalah kejahatan kriminal lho.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Malaysia mengapa

Saya ingin bahas tentang malaysia lagi...

Saya masih menyayangkan sikap kebanyakan masyarakat Indonesia yg masih labil, dengan semangat nasionalisme menggebu-gebu melebihi pemerintahnya sendiri. Prihatin

Pertama: Mari jangan dengarkan omongan media massa (terutama TV) terlalu serius karena mereka masih bermental mirip2 sinetron. Tontonan "bodoh" provokatif yg membodohi.
Kedua: Selalu ambil sumber dari berbagai pihak termasuk pihak ketiga (netral) kalau ada.


Sejarah
Menurut saya ada persepsi sesat yg terlanjur dipahami masyarakat malaysia yaitu mengangap bahwa Malay berarti bangsa mereka dan Malay Archipelago berarti "punya leluhur mereka". Padahal penyebutan tersebut dilakukan kononial yg ambil sederhananya karena yg ketemu melayu duluan yg saat itu nyatanya didirikan oleh Parameswara dari kerajaan Sriwijaya, Jambi, Sumatra. Jadi penamaan keliru Malay ini seharusnya bisa jadi Majapahit (yg mengalahkan sriwijaya), Sriwijaya itu sendiri atau yg lainnya meski kata yg lebih tepat dicetuskan Gajahmada (Majaphit) yakni nusantara. Dan Malaysia lebih cocok dengan Melaka.

Apapun argumennya, penghuni pertama wilayah ini adalah Austroloid (oceanian) yg jelas bukan dari daratan asia (Mongoloid) dan tentunya Austroloid tidak sama dengan Negroid. Meskipun pada akhirnya keberagaman didapat dari asimilasi keduanya dan bangsa lain seperti India dan Arab. Keaslian Austroloidsendiri  masih jelas di timur Indonesia terutama Papua dimana berkembang ratusan bahasa/dialek dan budaya yg jauh lebih tua dari bagian barat (Masa kerajaan). sumber: Geodata
Apa yg terjadi justru Malaysia ini merasa seperti pewaris Malay Archipelago yg jelas penamaannya cuma kebetulan dan salah kaprah karena pada akhirnya saat ini Indonesia mencakupi mayoritas wilayah ini diikuti Philipina yg mana keduanya merupakan negara kepulauan tidak seperti Malaysia.


Ekonomi

Jujur hingga kini Indonesia masih berkutat pada korupsi dan borok2 lainnya. Dan garis besarnya Indonesia memang kalah dari Malaysia. Tetapi kita harus jernih melihat masalah yg ada dan realistis, dari mana kemerdekaan Philipina dan Malaysia didapat? Seberapa banyak penjajah (AS dan Inggris) "membantu" mereka? Kondisi geografis? Keberagaman etnis pribumi?

Jelas ada yg salah dengan ekonomi Indonesia yg tumpang tindih dan tidak merata (berkutat di Jawa) dengan SDA mayoritas di luar Jawa. Tapi diluar itu mari kita jujur siapa penggerak ekonomi yg sebenarnya di Indonesia maupun Malaysia? Minoritas, Etnis minoritas terutama China yg memang tersebar dipenjuru dunia dan dikenal ulet adalah bangsa yg teruji subur dalam membangun ekonomi. Yg pintar disini adalah aturan Mahathir dalam melindungi etnis pribumi (Bumiputera) pada praktik perekrutan tenaga kerja. Meskipun saya ragu hal ini cocok untuk indonesia yg mana bangsa China sangat minoritas sedangkan pribuminya sendiri amat beragam dibanding Malaysia cuma 3 Melayu-China-India. Perlu diketahui Singapura yg dulu juga dibawah Inggris memilih lepas dari Malaysia karena mayoritasnya China. Jadi kata siapa Melayu lebih hebat? bangsa China (seperempat) jelas ambil peran penting disini yg mana karena pemerintahan mayoritas dikuasai Bumiputera maka keberhasilan ekonomi dinikmati seluruh bangsa. Penting pula diketahui bahwa Malaysia Timur tidaklah seberkembang Malaysia tanjung (barat) jadi mustahil mengajari Indonesia tentang persebaran ekonomi.

Dari jumlah penduduk Malaysia jauh lebih kecil sekitar sepersembilan Indonesia. Tentu saya tidak bangga jika Indonesia punya penduduk yg besar karena tidak (belum) bisa disamakan dengan China dari segi kualitas. Jelas Indonesia perlu menekan jumlah penduduk sebelum berpikir tentang ekonomi yg adil.


Integritas

Coba saya tanya, adakah model negara di dunia ini yg seperti Indonesia? AS yg beragampun didapat dari "mengusir dan membantai" penduduk asli indian dan mendatang bangsa afrika sebagai budak dengan mayoritas penduduk saat itu adalah kulit putih meski dari bangsa yg berbeda, itupun AS bukan negara kepulauan. Apakah negara2 yg merasa hebat, kaya dan superior mampu menangani masalah Indonesia yg kompleks? Lalu pertanyaanya apakah Soekarno hanya bermimpi ketika mendirikan NKRI? Entahlah... yg jelas majapahit sudah pernah mencapainya. Philipina yg berupa kepulauan (meski jarak yg rapat) hingga kinipun masih menghadapi separatis di sebagian Mindanau. OK kita lihat yg jauh di Afrika, mereka sangatlah beragam tapi hampir tiap negara berdiri atas dasar suku itupun sering diwarnai perang saudara. Singkat kata tidak ada.

Benar bahwa Kesatuan Indonesia seringkali diwarnai insiden berdarah. Tapi yang tidak diketahui dunia pada umumnya adalah tingkat asimilasi yg antar suku pribumi yg tinggi adalah bukti bahwa Indonesia memang bisa dipersatukan dan menjadi model pertama sekaligus contoh yg nyata meski masalah selalu ada dalam menghadapi pendatang (sebut saja kerusuhan 1997). Tapi kondisi etnis China masih lebih menyatu di Indonesia daripada di Malaysia.

Bahasa persatuan Indonesia yg baku dan jelas (tidak seperti Melayu) yg mana masih mengorbankan bahasa penting dunia yakni Inggris. Maka tiap suku di Indonesia minimal adalah bilingual. Dengan adopsi Bahasa Inggris yg masih susah payah. Coba tengok Malaysia apa etnis China disana bisa bahasa melayu? Disini saja etnis China banyak yg fasih bahasa Jawa dan Indonesia disamping bahasa asli mereka.


Pendidikan

Tidak perlu diperdebatkan Indonesia sangat tidak merata kondisinya, tapi kalau diambil yg terbaik Indonesia jauh lebih hebat itupun pribumi masih sering unjuk gigi. Singkat kata melayu dan pribumi Indonesia pada umumnya sama2 pemalas dan perlu digembleng.

Di luar pendidikan saya masih bangga atlit bulutangkis Indonesia masih didominasi pribumi, tidak seperti Malaysia.

Kesimpulannya: Indonesia negara besar yg kedepannya menjadi sangat potensial (semoga saja saya masih hidup saat itu) jadi jangan macam-macam dengan kami. Saya pribadi lebih terluka mengetahui pelaku terorisme diotaki orang Malaysia daripada berita penangkapan 3 KKP kami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kemiskinan itu...

Kemiskinan itu indikator kinerja pemerintah di mata rakyat.
Kemiskinan itu bisa sebab bisa juga akibat.
Kemiskinan itu sering jadi alasan untuk mengkritik pemerintah saat itu.

Kalau rakyat miskin bisa jadi memang karena menntal bangsa ini masih memble, tapi apa adil jika kita menyalahkan mental tersebut sementara penyuluhan, pendidikan dan pembinaan dari pemerintah kurang? Lho itu tugas pemerintah, lihat saja tontonan TV lokal (non-kabel) apa ada tontonan yg memotivasi? minim. Orang yg berpendapat seperti ini biasanya gagal melihat sisi lain Indonesia (dan hanya berpandangan sempit pada sekitarnya saja, mungkin orang kota kali yah)

Ambil contoh seseorang tumbuh dengan tekad besar, semangat belajar tinggi meskipun dari keluarga miskin. Kemudian menjelma menjadi orang sukses dan kaya raya... OK tapi faktanya hal yg demikian selalu 1 : banyak orang. Mengapa? Aku pribadi percaya bahwa tidak ada manusia yg benar2 bodoh atau benar2 lihai dst. Lalu mengapa? Kemunkinannya adalah orangtua (atau siapapun yg membimbing) dan lingkungan (kultur). Tetap saja pemerintah punya andil dalam hal ini. Ingatlah bahwa kekayaan yg menimpa seseorangpun tidak selalu dibarengi kualitas kemanusiaan. Contoh? banyak! bahkan 100:1 Lihat Tuhan Bakrie. Lalu apa kita ingin orang miskin ini menjelma menjadi seperti itu? yg kemudian kembali menindas yg miskin!

Jelas ada masalah lain yg belum tuntas. Sesuatu yang masih menggerogoti moral dan mental seseorang baik saat miskin ataupun kaya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Badut TV

Tidak perlu seorang ahlipun saya bisa secara arogan menyatakan kebanyakan orang dibelakang acara televisi Indonesia adalah orang2 yg tak punya etika, sumber penyakit masyarakat miskin dan tak berpendidikan. Di saat orang2 menghujat selebritis yg bermasalah, orang lupa siapa yg membawa selebriti tersebut ke mata mereka.

Orang yg bersembunyi dibelakang kedok seni, dengan uangnya merasa telah melakukan apa yg pantas dikonsumsi masyarakat Indonesia. Menjadikan jutaan masyarakat Indonesia terhiptonis (oh ya bahkan ada acara hiptonis lho) oleh racun, membuat masayarakat lengah, malas berpikir kedepan. Tak terkecuali film2 yg membahas kemelaratan! coba diresapi lebih dalam: film tersebut malah mengajarkan bahwa dengan doa yg tertindas akhirnya akan menang. Saya mengerti jika film seperti itu dimaksudkan untuk membuka mata para eliter, pengusaha dst untuk menilik kembali jurang kapitalis yg mereka bangun. Tapi sadar atau tidak para pembuat film bahwa mental para konglomerat tersebut hanya dapat diubah dengan jalan dijatuhkan secara paksa (seperti halnya Suharto)? Terlalu naif cara berpikir pembuat film kita.

Seharusnya mereka mengambil tema yg jauh lebih progresif yang diselaraskan dengan kemiskinan di Indonesia. Bukannya tema introspeksi yg cuma ditangisi (atau ditertawakan) untuk kemudian dilupakan.

Acara/film untuk muda-mudi sering memuat hasrat seksual yg bebas. Tapi prakteknya dimasyarakat? mereka merespon meniru sama persis! yg hasilnya adalah generasi pasutri muda tanpa masa depan jelas. Tentu saya senang denga pendidikan sex usia muda. Tapi apa yg dilihat di televisi selalu berbeda konteks. Di TV/Film sepertinya uang, mobil dan kemewahan lainnya senantiasa jatuh dari langit. Sangat miris dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Sangat tidak bertanggung jawab

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Inilah jadinya kalo artis berbicara dengan para intelektual

Kalau menonton acara Jakarta Lawyer kemarin, saya rasanya miris mendengar komentar dari pihak para artis yg jelas terdengar arogan, dan sadar tapi tak tahu diri akan kesalahannya. Omongan tidak berbobot, tidak berpendidikan dengan gaya bahasa glamor yg tidak jelas maksudnya. Pak Karni yg senantiasa menunjukkan keengganannya menganngapi pihak selebriti lebih jauh seperti tak dipahami oleh mereka.

Dan kemenangan pihak selebriti atas KPI adalah momok memalukan dimana orang tidak lagi melihat masa depan melainkan hanya ingin bagaimana sekarang bisa menikmati hidup layaknya negara "konsumen" seutuhnya.

Mengerikan jika mayoritas orang lebih memilih racun dan si penjual pun tak ragu2 menambah dosisnya.

great inquiry in english visit http://www.punkerslut.com/articles/mr_and_mrs_celebrity_what_are_you_selling_me_now.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Depkominfo memblokir situs porno lokal dan asing ramadhan nanti

Harus diacungi 5 jempol, bahkan saya akan minum air comberan kalo perlu jika memang BISA. Inilah wujud tampang busuk orang munafik yg gagal melihat sumber masalah dan mencari cara yg lebih heroik tapi salah sasaran.

Harusnya Indonesia bercermin dulu kepada negara2 (maju) yg memang berhasil membekuk situs porno. China? perhatikan dulu baik-baik apa aspek-aspek yg mendukung pemerintah China kemudian bandingkan dengan Indonesia, jangan sok tahu terus ceplas-ceplos ya. Ingat internet di China saking otoriternya hampir semua ada versi cinanya dan versi luar negeri bisa dibilang kalah populer, nah di Indonesia gimana Pak Tifatul? Apa yg sudah depkominfo perbuat? Saya tahu anda sedang kebakaran jenggot karena dapat nilai jelek dari presiden tapi kok jadi makin tolol sih. Pemerintah kita yg tolol ini memang suka memukul angin doang.

Satu hal lagi, ketika seseorang memakai internet, dia tidak cuma menemukan situs porno Pak Tifatul, tapi ia akan menemukan (hampir) segalanya dalam satu paket. Termasuk cara menembus pemblokiran! kan tinggal mengetik kata-kata saya tadi di google. Dapat deh, padahal pemblokirannya memerlukan waktu berminggu-minggu eh penggunanya cuman butuh waktu 1 jam. Yah matematikanya gimana sih?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Indonesia punya ribuan pulau indah tapi...

Mengapa Indonesia selalu begini? ketika ada negeri lain yg ingin mengklaim suatu pulau baru pemerintah mulai unjuk gigi mati-matian membela?

Ketika terdapat banyak subjek yg menunggu untuk diolah dan dimanfaatkan pemerintah pusat sibuk mengurusi urusan wisata yg itu2 aja atau mungkin sibuk mengurusi isi kantong masing2, bukannya sudah ada pemerintah daerah yg lebih tepat sasaran? Padahal Indonesia bisa menjadi bahamanya Asia jika pemerintah lebih serius. Saya berulang kali melihat kepulauan Indonesia dari google maps dan takjub betapa indahnya negeriku ini tapi mengapa? Apa kerjanya dinas pariwisata yg isinya orang2 yg haus akan ke-pns-an itu?

Jawa, jawa saja yg diurus! Hoii buka mata donk pemerintah!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments