Obat adalah Kimia, Kimia adalah Racun

Begitulah saya mengutip celoteh dari pengusaha mengkudu (lebih saya kenal dengan 'pace') Philupus P. Soekirno. Tentu tidak masalah jika a mempromosikan produknya, tidak masalah pula jika media yg dipilih adalah TV (MetroTV) dan sekali tak masalah pula jika ia membuat berbagai klaim tentang khasiat buah pace.

Tapi kalimat "Obat adalah Kimia, Kimia adalah Racun" yg dipilih  Philupus P. Soekirno benar-benar tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Saya pribadi senang jika saya bisa hidup sehat tanpa obat2an, dalam arti karena saya jarang sakit ya jarang minum obat! Tentu beda jika kalimat dari pak Soekirno yg muncul. Apa landasan ilmiah klaim tersebut? Pastinya tayangan di wideshot tersebut tidak beda jauh dari tayangan "Herbal" (maaf kalau lupa namanya) yg juga ada di MetroTV yg mana penuh dengan promosi diri sendiri (dalam hal ini perusahaan Morinda miliknya).

Yuk kita lihat beberapa sumber yg bisa DIPERTANGGUNGJAWABKAN VALIDITASNYA:

http://en.wikipedia.org/wiki/Noni_juice
http://en.wikipedia.org/wiki/Morinda_citrifolia
http://www.cancerpage.com/news/article.asp?id=4799
http://www.foodprocessing.com/articles/2007/018.html

Nah lalu apa bedanya dengan gingseng? menurut saya sih pace itu gingsengnya indonesia kali ya? ok2 becanda, menurut sumber2 tersebut pace sebagai obat lebih populer di Oseania

Pada hari ini pak soekirno membahas tentang ginjal yg mana seharusnya Pace karena kandungan potassium yg lumayan TIDAK dianjurkan bagi mereka yg sakit ginjal. Tentu saja menurut pak Soekirno pace penyembuh segalanya, ya kan Pak? :-)

So MetroTV, FUCK YOU! you're an embarrassment to national journalism.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Musim hujan dan kupu-kupu






emprit nangkring di bambu


Kepopong Kupu diatas, Golden Chrysalis

Kepopong Kupu diatas (closeup), Golden Chrysalis

Suatu sore di ufuk selatan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Republik Jawa dan sekitarnya

Indonesia boleh dibilang besar, para politikus boleh bilang "sampai ke akar rumput"

Tapi mana sih indonesia itu: Republik Jawa and Daerah sekitarnya
Saya dari awal selalu berpikir jika Papua layak untuk merdeka. Bukannya saya bersikap separatis tapi kalau saya jadi orang Papua, betapa tololnya saya jika cuma jadi sapi perah dari pemerintah jawa. Dan jangan salah saya sendiri adalah asli orang jawa tapi minimal saya tahu ada yg salah dengan otak pemerintah yg tolol bin eksplotatif.

Saat ini ada daerah lain yg mengugat (kaltim) saya juga setuju dan lega jika mereka sadar telah dijadikan sapi perah.

Alangkah tololnya mendengar orang perlemen ngoceh "ada apa sebenarnya yg terjadi di akar rumput? bangsa indonesia itu bangsa yg cinta damai"

Ya jelas kalian tidak merasakan kalau kalian sendiri yang makan hasil perahannya!

Propinsi seperti papua atau kaltim harusnya dapat berdiri sendiri layaknya sebuah negara/ minimal terus berontak untuk dapat otonomi super khusus sebelum ludes sumber alamnya diembat pemerintahan jawa.

Saya dukung penuh separatisme propinsi2 tersebut. Satu hal yg pasti pemerintah pusat (jawa) umumnya tidak akan pernah kapok memperlakukan kalian seperti itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Produk paling dibanggakan anggota DPR adalah...

Tinja.

Karena itulah renovasi jamban DPR diperlukan untuk memamerkan hasil jerih payah mereka. Setuju?
Salahpun ingin betul

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

TVRI memang paling objektip

Haha lega rasanya setelah bebrapa hari coba nonton tayangan2 di TVRI (lokal maupun nasional) ternyata isi berita2nya selih objektif dan tidak mangandung titipan politik seperti TV Swasta macem TV One atau Metro.

Bahasa yg digunakan oleh pembawa beritanya pun halus dan memperhatikan EYD! coba kita dengar omongan dari penyiar lain pasti sering dicampur dengan kosakata prokem yg bagi aku tidak enak didengar.

Lalu kalau aku perhatikan berita2nya juga juah lebih luas jangkauannya hingga pelosok daerah2. Ini baru berita! Indonesia itu kan bukan cuma Jakarta dan Jawa kan? maju terus TVRI!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Apa lo? banyak sepik speak aja!

Sudah bangga ya bisa bahasa inggris? Tapi saya tidak sedang bicara soal SBI. Tapi soal orang2 di tipi2 yg kebanyakan gaya.

Di radio juga saya denger pernyataan tolol bin retoris seperti ini : " ... dengan apa? dengan meng-eliminate artinya menghapus..." Muhahahahahahahahahahahahahahahaha tolol benar tuh motivator PAS FM banyak bacot tapi nihil makna itulah Indonesia. Kenapa sih ngomong harus dicampur campur inggris? biar keren? hah apa biar kelihatan oon? Coba pas wawancara inggris kelihatan jelas responnya lambat sering muter-muter mencari kata yg tepat eh maknanya minim padahal inggris itu bahasa yg COMPACT gituloh kok malah jadi boros di mulutnya orang indonesia

Ngomong assessment (BUANGGAAA) padahal terjemahannya ada, dan ratusan kata serapan yg sebenarnya tidak perlu disahkan di KBBI. Sepertinya orang lebih sering baca kamus inggris daripada indonesia ya? Ya dong ini jaman global lagi! Oh ya? sehebat itulah politisi yg suka ngomong sambil ngrujak, atau juga yg ga kalah seru pak Beye yg ngemeng sambil makan gado2. GUOBLOKKK presiden tolol tidak beri contoh baik malah yg keliatan idiotnya. Gitu2 ngaku presiden INDONESIA? Salahpun ingin betul

Tahukan kalian whai orang kebanyakan gaya ngomong gado-gado di tipi nasional diliat rakyat penjuru Indonesia yg pendidikannya belum merata. Coba dipikir (wahai kalian otak udang) jika ada orang dari pedesaan nonton apa mereka maksud bocat ga jelas kalian? Mendidikan? adanya juga tuh tipi diganti channel dangdut! Bisanya kok cuma gaya saja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Hydrilla di musim panas dan hujan

Di daerah tropis, tepatnya dikolamku yg berukuran 40x100 cm ini, hydrilla menunjukkan adaptasi yg memukau. Awal cerita, saya bermaksud ingin menjernihkan air sekaligus menambah kualitas oksigen di kolam yg berisi ikan campuran.

Musim hujan.

Karena kolam ini diluar dan terekspos air hujan langsung, maka dimusim tersebut aku menjaga komposisi air 3:1 antara air hujan dan ledeng (tanpa obat penetral) yang mana menghasilkan air yg relatif lebih asam namun masih dalam toleransi ikan2. Dalam kondisi tersebut hydrilla ternyata susah sekali untuk bertahan. Awal saya membeli satu ikat hydrilla, seluruh batang hydrilla membusuk kurang dari 3 minggu dan sisanya dimakan ikan jenis gobi.

Pada percobaan kedua saya membeli 2 ikat hydrilla. Hal yg sama hampir terjadi lagi tetapi disaat semua batang membusuk, selang satu mingguan muncul bibit baru hydrilla yg muncul dari benih yg mungkin terpendam diantara bebatuan dan pasir di dasar kolam (tidak ada tanah). Batang baru ini menunjukkan adaptasi dari induknya, kalau setiap aku membeli batang hydrilla tampak besar dan penuh dengan daun maka yg muncul ini adalah batang yg kurus dengan daun kecil tapi panjang (untuk proporsinya) dan memiliki jarak antar dedaunan yg cukup jauh. Aku ingat benar jika di aquarium memakai air ledeng yg dinetralkan pertumbuhan hydrilla ini sangat liar. Tapi tidak untuk strain kali ini, meskipun lambat tapi cukup sukses untuk mengimbangi konsumsi dari gobi bahkan selama musim hujan telah berkali-kali bersemi bunga dan biji (benih). Musim hujan juga sering ditandai dengan invasi larva capung yg mana ikan tidak ada yg karnivor.

Musim panas

Tahun ini musim kering cukup panjang, komposisi air terpaksa saya rubah menjadi 1:1 air ledeng endapan dan air ledeng baru. Alhasil sekali lagi ikan lama tampak sanggup beradaptasi tapi tidak untuk hydrilla yg kurus tersebut. Perlu diketahui pada akhir musim hujan terjadi ledakan alga yg buruk unutk ikan hal ini karena pertumbuhannya di air asam lebih kuat dari hydrilla, yg menjadikan air mudah kerus. Dan ketika mulai menelan korban ikan, saya langsung mengeringkan kolam dan semua tanaman air saya buang agar steril. Nah dengan komposisi baru ini, saya membeli lagi hydrilla dua ikat dengan maksud yg berbeda, dengan sedikitnya suplai hujan saya ingin seminim mungkin menguras kolam.

Kali ini tanpa adaptasi hydrilla yg saya beli langsung jadi liar (catatan: pertumbuhan alga/mikropita pada air ledeng dibandingkan air hujan jauh lebih sedikit dari hydrilla/makropita), akan tetapi entah mengapa ikan gobi tidak mau lagi menyantap daun yg segar tersebut (dulu alga yg tumbuh sewaktu hujan lebih disukai ikan sebagai makanan, bahkan saya hampir tak pernah memberi makan pelet sebelum populasinya meledak dan berubah menjadi desktruktip). Kini gilaran hydrilla yg destruktip, beberapa kali saya memergoki ikan2 pada pagi hari terus-menerus mengambil udara dari permukaan. Jadi saya harus rutin memangkas hydrilla yg tumbuh beberapa senti per hari ini. Bahkan tanaman teratai yg tidak pernah bisa beradaptasi dengan air hujan dan hampir punah kini menjelma menjadi raksasa dan menutupi 75% permukaan air kolam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments