Produk paling dibanggakan anggota DPR adalah...
Tinja.
Karena itulah renovasi jamban DPR diperlukan untuk memamerkan hasil jerih payah mereka. Setuju?
Salahpun ingin betul
| at 8:43 PM
Tinja.
Karena itulah renovasi jamban DPR diperlukan untuk memamerkan hasil jerih payah mereka. Setuju?
Salahpun ingin betul
| at 7:25 PM
Haha lega rasanya setelah bebrapa hari coba nonton tayangan2 di TVRI (lokal maupun nasional) ternyata isi berita2nya selih objektif dan tidak mangandung titipan politik seperti TV Swasta macem TV One atau Metro.
Bahasa yg digunakan oleh pembawa beritanya pun halus dan memperhatikan EYD! coba kita dengar omongan dari penyiar lain pasti sering dicampur dengan kosakata prokem yg bagi aku tidak enak didengar.
Lalu kalau aku perhatikan berita2nya juga juah lebih luas jangkauannya hingga pelosok daerah2. Ini baru berita! Indonesia itu kan bukan cuma Jakarta dan Jawa kan? maju terus TVRI!
| at 11:05 AM
Sudah bangga ya bisa bahasa inggris? Tapi saya tidak sedang bicara soal SBI. Tapi soal orang2 di tipi2 yg kebanyakan gaya.
Di radio juga saya denger pernyataan tolol bin retoris seperti ini : " ... dengan apa? dengan meng-eliminate artinya menghapus..." Muhahahahahahahahahahahahahahahaha tolol benar tuh motivator PAS FM banyak bacot tapi nihil makna itulah Indonesia. Kenapa sih ngomong harus dicampur campur inggris? biar keren? hah apa biar kelihatan oon? Coba pas wawancara inggris kelihatan jelas responnya lambat sering muter-muter mencari kata yg tepat eh maknanya minim padahal inggris itu bahasa yg COMPACT gituloh kok malah jadi boros di mulutnya orang indonesia
Ngomong assessment (BUANGGAAA) padahal terjemahannya ada, dan ratusan kata serapan yg sebenarnya tidak perlu disahkan di KBBI. Sepertinya orang lebih sering baca kamus inggris daripada indonesia ya? Ya dong ini jaman global lagi! Oh ya? sehebat itulah politisi yg suka ngomong sambil ngrujak, atau juga yg ga kalah seru pak Beye yg ngemeng sambil makan gado2. GUOBLOKKK presiden tolol tidak beri contoh baik malah yg keliatan idiotnya. Gitu2 ngaku presiden INDONESIA? Salahpun ingin betul
Tahukan kalian whai orang kebanyakan gaya ngomong gado-gado di tipi nasional diliat rakyat penjuru Indonesia yg pendidikannya belum merata. Coba dipikir (wahai kalian otak udang) jika ada orang dari pedesaan nonton apa mereka maksud bocat ga jelas kalian? Mendidikan? adanya juga tuh tipi diganti channel dangdut! Bisanya kok cuma gaya saja
| at 7:48 AM
Di daerah tropis, tepatnya dikolamku yg berukuran 40x100 cm ini, hydrilla menunjukkan adaptasi yg memukau. Awal cerita, saya bermaksud ingin menjernihkan air sekaligus menambah kualitas oksigen di kolam yg berisi ikan campuran.
Musim hujan.
Karena kolam ini diluar dan terekspos air hujan langsung, maka dimusim tersebut aku menjaga komposisi air 3:1 antara air hujan dan ledeng (tanpa obat penetral) yang mana menghasilkan air yg relatif lebih asam namun masih dalam toleransi ikan2. Dalam kondisi tersebut hydrilla ternyata susah sekali untuk bertahan. Awal saya membeli satu ikat hydrilla, seluruh batang hydrilla membusuk kurang dari 3 minggu dan sisanya dimakan ikan jenis gobi.
Pada percobaan kedua saya membeli 2 ikat hydrilla. Hal yg sama hampir terjadi lagi tetapi disaat semua batang membusuk, selang satu mingguan muncul bibit baru hydrilla yg muncul dari benih yg mungkin terpendam diantara bebatuan dan pasir di dasar kolam (tidak ada tanah). Batang baru ini menunjukkan adaptasi dari induknya, kalau setiap aku membeli batang hydrilla tampak besar dan penuh dengan daun maka yg muncul ini adalah batang yg kurus dengan daun kecil tapi panjang (untuk proporsinya) dan memiliki jarak antar dedaunan yg cukup jauh. Aku ingat benar jika di aquarium memakai air ledeng yg dinetralkan pertumbuhan hydrilla ini sangat liar. Tapi tidak untuk strain kali ini, meskipun lambat tapi cukup sukses untuk mengimbangi konsumsi dari gobi bahkan selama musim hujan telah berkali-kali bersemi bunga dan biji (benih). Musim hujan juga sering ditandai dengan invasi larva capung yg mana ikan tidak ada yg karnivor.
Musim panas
Tahun ini musim kering cukup panjang, komposisi air terpaksa saya rubah menjadi 1:1 air ledeng endapan dan air ledeng baru. Alhasil sekali lagi ikan lama tampak sanggup beradaptasi tapi tidak untuk hydrilla yg kurus tersebut. Perlu diketahui pada akhir musim hujan terjadi ledakan alga yg buruk unutk ikan hal ini karena pertumbuhannya di air asam lebih kuat dari hydrilla, yg menjadikan air mudah kerus. Dan ketika mulai menelan korban ikan, saya langsung mengeringkan kolam dan semua tanaman air saya buang agar steril. Nah dengan komposisi baru ini, saya membeli lagi hydrilla dua ikat dengan maksud yg berbeda, dengan sedikitnya suplai hujan saya ingin seminim mungkin menguras kolam.
Kali ini tanpa adaptasi hydrilla yg saya beli langsung jadi liar (catatan: pertumbuhan alga/mikropita pada air ledeng dibandingkan air hujan jauh lebih sedikit dari hydrilla/makropita), akan tetapi entah mengapa ikan gobi tidak mau lagi menyantap daun yg segar tersebut (dulu alga yg tumbuh sewaktu hujan lebih disukai ikan sebagai makanan, bahkan saya hampir tak pernah memberi makan pelet sebelum populasinya meledak dan berubah menjadi desktruktip). Kini gilaran hydrilla yg destruktip, beberapa kali saya memergoki ikan2 pada pagi hari terus-menerus mengambil udara dari permukaan. Jadi saya harus rutin memangkas hydrilla yg tumbuh beberapa senti per hari ini. Bahkan tanaman teratai yg tidak pernah bisa beradaptasi dengan air hujan dan hampir punah kini menjelma menjadi raksasa dan menutupi 75% permukaan air kolam.
| at 6:21 AM
Sekolah Bertaraf Internasional!
Lagi-lagi ide tolol pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Indonesia sudah terkenal dengan tukang omdonya.. sedang riset dan aksinya nihil
Terus ni keluar SBI apaan sih? Dulu saya di sma ada kelas akselerasi bagi yg prestasinya menonjol (saya tidak masuk sih lha saya cuma bawah rata2). Tapi menurut saya itu tepat karena mereka2 itu memang sukanya rajin belajar jadi ya jangan sampai terhambat lainnya. Tapi ingat fakta kehidupan tidak selalu dinilai
dari akademis... orang pintarpun tidak selalu kreatif (idea man) dan sebaliknya
Nah Bahasa Inggris sebagai pengantar, OK lah inggris itu penting sekali (sangat) tapi kita itu HIDUP DIMANA? PEMERINTAH TOLOL
Apa nanti kalau ada dokter jebolan SBI minta pasien menerangkan pake inggris? Soalnya dia tidak tau indonesia (karena ortunya juga ngikut tolol pake inggris di rumah)
Apaan sih SBI tuh?UU Sisdiknas 2003 Pasal 50 ayat (3) :
3) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
O ternyata... seperti itu.. ooooooo saya kok tidak jelas menangkap maksudnya... oooo gimana sih tuh? O yg bikin orang tolol pastinya
"sekurang-kurangnya" boleh saya artikan sebanyak-banyaknya? lho kan tidak bertentangan? yg tidak boleh kan kalau tidak ada... berarti anak2 Indonesia sudah pada jenius semua dong? Iya kali (ya harapan ortu kan anaknya agar jadi pinter) --> Ini lahan bisnis para bajingan maling berkedok pendidik. Memanfaatkan pengertian SBI untuk menduit
SAYA TIDAK PERCAYA PENDIDIK INDONESIA ITU SUDAH BERKUALITAS! MANA BADAN RISET YG SUDAH DIAKUI INTERNATIONAL? BUKTIKAN DULU BARU JUALAN!
Pernah dengar Bell Labs atau Fraunhofer, apa yang Indonesia punya? SALES dan konsumen idiot yg memasukan anaknya ke SBI tanpa landasan yg jelas atau mungkin atas dasar gengsi.
Sales + Peraturan yg tidak jelas + Konsumen idiot = Lahan $$$ Korupsi --> OMONG DOANG
Daripada bikin aturan goblok, apa ndak lebih baik gaji PNS dan DPR disita saja buat ngembangin BADAN RISET yg berbobot dengan alokasi dana riset yg sangat-sangat besar? Mengapa? Ya karena dinegara maju seperti itu! Mengapa? Karena cari orang pinter itu tidak susah, mereka akan masuk sendiri kalau badan riset tersebut memang bonafit (tidak perlu lari ke luar negeri)
Yg susah? cari orang pinter yg mau ditipu (digaji minim). Inilah yg dilakukan pemerintah Indonesia, mereka pikir rakyatnya mau bersikap patriot apa? sementara mereka sendiri korupsi? Pemerintah sinting, udah mujur kalo ada yg nasionalis, jaman sekarang cuma orang tolol dan TNI yg patriot
Yah mas tumagonx ngomong kasar lagi pake nyebut2 idiot lagi... biarin memang klop kok! pemerintah sama rakyatnya sama2 idiot
Ini sih belum seberapa kalau saya dengar bahawa Sistem Pendidikan kita itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan demi mencerdasakan kehidupan bangsa kan lebih bikin mau muntah tuh. Ga nyambung blas
Iman dan takwa... tapi istrinya sekampung....
Iman dan takwa... tapi kalau lagi sendiri suka coli (kocok peli), nonton porno, cuci mata
Iman dan takwa... tapi hobinya korupsi
Iman dan takwa... lihat fakta dong pak haji!
Harusnya itu diganti Moral dan Riset
| at 4:54 PM
Kalau orang yg tahu arti demokrati dan tidak haus kekuasaan ya tidak seperti ini
Refleksi khas penjilat Indonesia
Kita tahu demokrat adalah partai yg "tidak akan menang pemilu" jika bukan karena SBY. Tidak ada hal yg salah dari itu, tapi ketika mereka dari tubuh partai sudah buta tentang siapa yg akan menjadi pengganti SBY setelah 2 musim ya yg keluar para penjilat macam Ruhut dan Andi M. Sadarkah SBY bahwa dia sudah memasuki teritori "haus kekuasaan" bahwa ada kesan mempersiapkan putranya yg ***** sebagai sekjen? atau selanjutknya pangeran? sementara beberapa waktu silam SBY menyentil soal monarki keraton Jogja? Jika beliau demokratis saya yakin tidak perlu menggotong anaknya sampai sejauh itu. Posisi Ibas hanya akan dijilati para petinggi partai untuk agenda mereka masing2.
Haus
Mengkultuskan diri sendiri tidak lebih baik dari dikultuskan masyarakat (contoh sultan). Tidak adakah *orang lain* di Indonesia yg sanggup memimpin? kalau anda mengaku arif tunjuk orang yg memang bisa memimpin RI bukan untuk menjadi batu loncatan/antek anda tapi memang demi bangsa. Tidak sanggup? maka anda sama saja dengan orang2 gila kuasa lain: megawati, gusdur, sukarno, suharto. Karena pembiaran terhadap pandangan "saya atau keluarga saya yg paling pantas" adalah sikap feodal!
| at 12:12 AM
Sejak sebulan lalu populasi walang sangit disekitar rumah dan mungkin kawasan perkampunganku meningkat tajam, entah karena dampak perubahan iklim atau bukan yg jelas mereka lebih sering terlihat bertelur hingga 4-5 ekor dalam satu harinya itu saja di sekitar rumah dan pekarangan. Mereka hidup dengan menjadi hama pada pucuk2 beberapa jenis tanaman. Serangga yg jika diusik mengeluarkan bau menyengat tersebut seringkali meletakkan telur2nya dalam susunan berderet biasanya pada kaca jendela, dinding atau bahkan pada daun muda tempat mereka makan. Dalam cuaca yg tidak terlalu panas (tidak terkena langsung sinar matahari) telur2 (11-12 butir) ini berpeluang besar menetas semua.
Nah kalau di beberapa tempat di Jawa sedang wabah ulat di sini (semarang) sepertinya aman2 saja pasalnya didaerahku adalah tempat favorit burung2 (mayoritas emprit) karena masih banyak daerah hijau dan pohon2 besar yg rindang. Dimusim awal penghujan mereka bisa sampai seribuan berkumpul pada satu pohon untuk tidur malam. Meskipun demikian sepertinya burung2 ini bukan pemangsa alami walang sangit.